G
N
I
D
A
O
L

ISLANDS Learning Model: Inovasi Pembelajaran Pramuwisata bagi Daerah Kepulauan

 

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di wilayah kepulauan, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris PSDKU Maluku Barat Daya (MBD), FKIP Universitas Pattimura, menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf internasional pada Kamis, 11 Desember 2025, pukul 15.00 WIT. Kegiatan ini menghadirkan pembicara Dr. phil. Rita Fransina Maruanaya dari Dresden University of Technology, Jerman, seorang akademisi dan peneliti yang memiliki perhatian khusus pada pengembangan model pembelajaran kontekstual dan berbasis kebutuhan lokal.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris PSDKU MBD, serta turut dihadiri oleh Ibu Wilma Akihary dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Pattimura. Kehadiran peserta dari lintas program studi menegaskan pentingnya kolaborasi multidisipliner dalam menjawab tantangan pendidikan di daerah kepulauan.

Materi ISLAND Learning oleh Dr. Phil. Rita Maruanaya

Paparan Materi Berbasis Kebutuhan Lokal dan Global

Dalam pemaparannya yang berjudul “ISLANDS Learning Model: Solusi Pendidikan Pramuwisata di Daerah Kepulauan”, Dr. Rita menjelaskan bahwa wilayah kepulauan memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, namun sering kali belum diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang memadai, khususnya dalam bidang kepramuwisataan dan penguasaan bahasa asing. Kondisi geografis, keterbatasan akses pendidikan, serta kurangnya model pembelajaran yang kontekstual menjadi tantangan utama yang perlu diatasi.

ISLANDS Learning Model diperkenalkan sebagai sebuah pendekatan pembelajaran inovatif yang dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran bahasa, pemahaman budaya lokal, keterampilan komunikasi, serta kompetensi profesional pramuwisata. Model ini menekankan pentingnya pembelajaran berbasis konteks lokal kepulauan, tanpa mengesampingkan tuntutan global di dunia pariwisata.

Dr. Rita juga menekankan bahwa pramuwisata di daerah kepulauan tidak hanya dituntut mampu berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara, tetapi juga harus menjadi duta budaya yang mampu memperkenalkan nilai-nilai lokal, kearifan budaya, serta potensi daerah secara profesional dan berkelanjutan.

Antusiasme dan Diskusi Interaktif

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme, ditandai dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang aktif antara pembicara dan peserta. Para dosen dan mahasiswa menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan terkait implementasi ISLANDS Learning Model dalam kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, khususnya dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi kebahasaan dan kepariwisataan yang relevan dengan kebutuhan daerah Maluku Barat Daya.

Diskusi juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap potensi lokal. Kehadiran Ibu Wilma Akihary turut memperkaya diskusi, terutama terkait peluang kolaborasi lintas bahasa asing dalam mendukung sektor pariwisata dan pendidikan.

Harapan dan Tindak Lanjut

Melalui kegiatan ini, diharapkan dosen dan mahasiswa memperoleh wawasan baru serta inspirasi dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual. ISLANDS Learning Model diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, serta program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas pramuwisata di daerah kepulauan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen FKIP Universitas Pattimura, khususnya PSDKU MBD, dalam menjalin jejaring akademik internasional serta meningkatkan kualitas pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan daerah dan daya saing global.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris PSDKU MBD semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia dan sektor pariwisata di wilayah kepulauan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *